Haloindonesiaterkini Merupakan Situs Penyedia Berita Terupdate Dan Terkini

Tampilkan postingan dengan label Tenis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tenis. Tampilkan semua postingan

Kembali Bikin Kemenangan Di Miami, Kevin Anderson Terasa Yakin Diri

Halo Indonesia Sepakbola - Petenis berkebangsaan Afrika Selatan, Anderson mesti lewat pertandingan tiga set sebelum menumbangkan petenis muda Spanyol, Jaume Muner dalam tempo 2 jam 11 menit. Seperti yang diprediksikan, Anderson memerlukan dikit waktu untuk temukan irama permainan. Dengan memenangi dua point semakin banyak dibanding Munar serta mengkonversi satu kesempatan break poin kembali membuat ketidaksamaan di laga kesempatan ini. 

Anderson terasa suka lewat cara dia bermain sesudah kira-kira dua bulan tidak bersaing. Dia mengatakan jika servisnya belumlah siap untuk berkompetisi di Indian Wells minggu lantas serta semua terlihat baik-baik saja sekarang ini. Dia sudah sempat minta interval dengan fakta medis sesudah terasa sakit pada pinggulnya, tapi hal tersebut akan tidak jadi permasalahan besar sesudah dia memperoleh sehari untuk beristirahat sebelum memerankan pertandingan set ke-3 menantang petenis berkebangsaan Portugal, Joao Sousa. 


“Saya mangkir dari dunia tenis kira-kira sembilan minggu serta periode itu sudah jadi periode yang menarik lepas dari cedera yang saya alami dengan pergi ke pusat kesehatan serta berlatih. Hanya satu perihal yang menghambat saya ialah saya belumlah dapat servis dengan baik serta perihal yang membuat saya frustasi ialah saya sudah demikian dekat untuk kembali, tapi mesti dipending sebab servis saya belumlah 100 % siap,” jelas Anderson. 

“Rasanya mengagumkan dapat kembali serta kemenangan atas Munar ini memberikan saya banyak suntikan keyakinan diri. Sesudah tidak bersaing untuk waktu yang lumayan lama, saya mulai terasa sakit pada pinggul saya kemarin, mungkin permasalahan saraf, saya tidak paham, saya berharap hal tersebut akan baik-baik saja sebelum laga setelah itu. Tiap-tiap laga berlainan, mentalitas, perasaan anda di lapangan, serta terpenting untuk temukan emosi secara cepat, terpenting sesudah interval lumayan lama. Diakhir laga, saya konsentrasi dengan point servis saya serta hal tersebut kerja dengan baik.”
Share:

Dominic Thiem Siap Duel Lawan Roger Federer Di Final Indian Wells


Halo Indonesia Sepakbola - Thiem, yang meluncur ke semi final dengan memperoleh WO sesudah rivalnya asal Perancis, Gael Monfils mengundurkan diri karena cedera pada otot tendon achilles, tampil memanas dari pertama laga, termasuk juga melesatkan 10 winner tiada lakukan unforced error di set pertama. 

Tapi, di set ke-2 petenis berkebangsaan Austria itu tidak dapat mengkonversi hanya satu kesempatan break poin yang diciptakannya menantang Raonic di set ke-2 serta Raonic sukses manfaatkan peluangnya di set tiebreak set ke-2, hingga set penentu juga harus terpaksa dilangsungkan. 

Thiem mendapatkaan kesempatan break pertamanya di selama laga untuk merampas kelebihan 3-2 di set ke-3 serta sesudah mengamankan hanya satu break poin yang ditemuinya, Thiem tutup pertandingan semi final dengan satu backhand volley cantik. 

“Ini hari yang mengagumkan,” sengit Thiem yang akan memerankan final ketiganya di kompetisi Masters 1000. 


“Servis Milos begitu mengagumkan. Jadi, meskipun saya bermain dengan baik, dua set pertama berjalan demikian ketat.” 

Petenis berkebangsaan Austria, Thiem mengatakan jika akan begitu bermakna baginya saat pada akhirnya dapat memenangi titel kompetisi Masters pertama dalam karirnya, tapi hal itu bisa menjadi pekerjaan yang begitu melawan sesudah rivalnya di final ialah petenis yang sudah kantongi 20 titel Grand Slam, Roger Federer yang meluncur ke partai puncak sesudah rivalnya, Rafael Nadal akan memutuskan untuk mundur karena ccedera lutut. 

“Pertandingan itu tentu akan tidak gampang,” lebih Thiem mengenai partai final yang akan dilakoninya di Indian Wells musim ini. 

Sampai sekarang ini, head to head pada Thiem menantang Federer, yang bulan lantas memenangi titel ke-100 dalam karirnya di Dubai, imbang dengan 2-2 serta Federer memenangi pertemuan paling akhir mereka di babak group ATP Finals musim kemarin dengan dua set langsung. 

Share:

Berumur 40 Tahun, Ivo Karlovic Tulis Kemenangan Bersejarah Di Indian Wells



Halo Indonesia Sepakbola - Petenis berkebangsaan Kroasia, Karlovic melejit ke set ke-2 BNP Paribas Open di Indian Wells di hari Kamis (07/03) waktu ditempat sesudah menaklukkan petenis berkebangsaan Australia, Matthew Ebden dengan hasil ketat 7-6, 7-6 dalam tempo 1 jam 49 menit. Karlovic bangun sesudah sudah sempat ketinggalan di set ke-2, termasuk juga mematahkan Ebden saat petenis Australia itu berkesempatan memaksakan set penentu. 

Kemenangan kesempatan ini jadi kemenangan bersejarah buat Karlovic, yang bersaing pada laga pertamanya semenjak mencapai umur 40 tahun pada 28 Februari kemarin. Dia jadi petenis putra pertama berumur 40 tahun yang memenangi laga kompetisi ATP semenjak Jimmy Connors di Halle 1995. 

Karlovic yang jadi pemenang paling tua di arena Challenger musim kemarin yang diselenggarakan di Calgary serta finalis paling tua di kompetisi ATP semenjak 1977 (di Pune musim ini), tampil di Indian Wells untuk kali ke-14. Prestasi terbaik di kompetisi Masters 1000 itu hadir pada musim 2011 saat dia maju ke perempatfinal. 


Karlovic akan berupaya menjaga momentumnya saat dia bertemu dengan rekanan senegaranya, Borna Coric di set ke-2. Pada dua pertemuan mereka awal mulanya, Karlovic sukses memenangi kedua-duanya, yaitu di Bukares 2015 serta Wimbledon 2016. 

Di tindakan lainnya, Jordan Thompson memenangi laga maraton yang berjalan saat 3 jam 23 menit menantang petenis Argentina, Federico Delbonis serta menang dengan hasil ketat 6-4, 6-7, 7-6. Dia membutuhkan lima kesempatan match poin sebelum membukukan pertandingan set ke-2 menantang Dominic Thiem. 

Salah satunya kekalahan yang mengagetkan ialah saat Marcos Giron sukses mengalahkan Jeremy Chardy dengan hasil ketat 7-6, 7-6 pada kiprahnya di kompetisi Masters 1000. Musim ini sudah jadi musim yang dihiasi perolehan pertama dari petenis berumur 25 tahun, Giron. 

Sesudah mengaku titel pertamanya di arena Challenger yang diselenggarakan di Orlando pada Januari lantas, dia nikmati dobrakan di kompetisi ATP minggu ini, BNP Paribas Open. Bukan sekedar menuliskan kemenangan pertama atas petenis rangking 100 besar dalam empat musim paling akhir di set kwalifikasi (menaklukkan Thomas Fabbiano), dia pun menuliskan kemenangan pertamanya di kompetisi Masters 1000.
Share:

Perkembangan bonus Rumah Yang Tidak Diketahui Peraih Emasi Asian Para Games 2018


Halo Indonesia Tenis - Atlet tenis meja Indonesia, David Jacobs, mengakui belumlah tahu kapan bonus rumah akan didapatkan. Peraih medali emas Asian Beberapa Games 2018 itu cuma tahu berita bonus rumah itu dari alat. 

David juga, mengharap dapat selekasnya terima bonus rumah yang sudah dijanjikan pemerintah. Akan tetapi, sampai sekarang dia benar-benar belumlah terima kepastiannya. 

"Saya belumlah tahu masalah bonus rumah. Tetapi, saya ketahui dari alat, jika pemerintah ingin kasih bonus rumah," kata David. 

"Sebetulnya saya, sich begitu ingin bisa bonus rumah. Selalu, jika dapat rumah itu terdapatnya di komplek," sambungnya. 


Bonus Rumah Peraih Emas Asian Games Nyatanya Susah Syaratnya 

Awal mulanya, pihak Kementerian Pemuda serta Berolahraga RI, menjanjikan bonus rumah untuk peraih medali emas Asian Games serta Asian Beberapa Games. Bonus itu gagasannya dikasihkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat. 


Awalannya Kemenpora mengatakan, jika pemerintah cuma bangun rumah serta tanahnya disiapkan oleh atlet tersebut. Tetapi, gagasan itu nyatanya bertabrakan dengan ketentuan. 

Karena, KemenPUPR tidak dapat bangun rumah atau asset diatas tanah pribadi. Karena itu, Kemenpora sekarang ini tengah bekerjasama dengan pemerintah daerah supaya bisa mengusahakan tanah supaya bonus rumah untuk atlet selekasnya terealisasi.
Share:

Yayuk Basuki Ternyata Bukan Pemain Tunggal Putri Tersukses Dalam Piala Fed


Halo Indonesia Tenis - Hasil cemerlang team tenis putri Indonesia yang sukses bertahan Group I zone Asia/Oceania Piala Fed 2019 masih tetap jadi perbincangan publik berolahraga nasional. Catatan itu juga seolah jadi momen pas buat petenis putri Merah Putih dapat kembali berjaya.

Bicara masalah petenis putri nasional tentu saja tidak terlepas dari figur Yayuk Basuki. Ratu tenis Indonesia kelas dunia itu sering jadi andalan team Merah Putih di beberapa arena berprestise. 

Koleksi 4 medali emas Asian Games serta maju ke perempat final Wimbledon 1997 jadi bukti paten wanita asal Yogyakarta ini wajar tembus rangking 19 dunia. 

Bukan hanya itu, Yayuk pun miliki catatan impresif saat membela Indonesia di pentas Piala Fed. Ketua Umum Indonesian Olimpian Association (IOA) itu juga menuliskan kemenangan paling banyak (dari bidang tunggal serta ganda) di Piala Fed. 


Figur 48 tahun yang sekarang jadi anggota DPR-RI itu sempat menuliskan prestasi paling tinggi Indonesia meluncur sampai set perempat final Piala Fed sebelum pada akhirnya ditaklukkan Spanyol 0-2. 

Akan tetapi, siapa kira spesial untuk bidang tunggal team Piala Fed jumlahnya kemenangan Yayuk masih tetap kalah dari juniornya di masa pertengahan 1990an yaitu Wynne Prakusya. 

Di bidang tunggal, Wynne mempunyai keseluruhan 31 kemenangan serta lebih unggul atas catatan Yayuk yang cuma mengemas 29 kemenangan. 

Bukan itu saja, Wynne pun miliki rekor tidak terkalahkan di bidang ganda Piala Fed waktu berpasangan dengan Angelique Widjaja dalam 16 laga. Mengagumkan! 
Share:

Si Cantik Aldila Sutjiadi Dihadang Oleh Tim China di Piala Fed


Halo Indonesia Tenis - Scuad Piala Fed Indonesia akan dihadang team kuat China dalam pertandingan terakhir pool B Group I zone Asia/Oceania, Jumat siang 8 Februari 2019 di National Tennis Centre Astana, Kazakhstan.

Duel ini jadi ujian berat buat Aldila Sutjiadi cs untuk mengambil kemenangan, mengingat rangking beberapa pemain Negeri Gorden Bambu yang tambah lebih tinggi diatas mereka. 

Meskipun begitu, srikandi Merah Putih diyakinkan masih akan tampil dengan materi terbaik serta menimba pengalaman dari beberapa pemain berlevel dunia. Tidak hanya itu, pada umumnya tujuan untuk masih bertahan di Group I juga masih tetap dapat dikejar walau juga nanti kalah di pertandingan kontra China. 

"Diatas kertas, rangking beberapa pemain China memang berada di 30-40 besar dunia bahkan juga di ganda mereka ada yang rangking 18. Tetapi saya meyakini team Indonesia akan konsentrasi bermain serta siap dengan potensi terbaik," kata Ketua Umum PP PELTI, Rildo Ananda Anwar pada VIVA, Jumat 8 Februari 2019. 


Menurut Rildo, bila kalah, jadi nasib team Indonesia di ujung sundul. Karena, mesti memenangi pertandingan paling akhir menantang Thailand. 

"Misal peluang terburuknya juga kita kalah dari China ini hari, jadi team masih tetap miliki dapat mengoptimalkan kesempatan paling akhir bertahan di Group I dalam pertandingan playoff regelegation menantang team rangking 3 dari pool A yaitu Thailand, Sabtu besok 9 Februari," tutur Rildo. 

Sekarang ini, untuk sesaat Indonesia masih tetap ada di rangking ke-3 klassemen pool B karena hasil satu kemenangan menantang Pacific Oceania serta kalah dari Korea Selatan. 

Team Pacific Oceania yang kemungkinan bisa menjadi juru kunci pool B diperkirakan langsung terdegradasi ke Group II, apabila Indonesia kalah dari China jadi masih ada di rangking ke-3 untuk memerankan pertandingan playoff kontra Thailand di hari Sabtu besok, 9 Februari 2019. 

Share:

Pasangan Baru Tontowi Minimal Harus Kebal Tekanan

Pasangan Baru Tontowi Minimal Harus Kebal Tekanan

Halo Indonesia Tenis - Pensiunnya Liliyana Natsir memberi persoalan baru dan berat bagi sektor ganda campuran. Tim pelatih perlu ekstra keras fungsi menutupi kekosongan tersebut.

Hal itu disampaikan legenda hidup bulutangkis Christian Hadinata menyoal nasib ganda campuran kini. Dia bilang ketiadaan atlet putri di ganda campuran yang levelnya mirip seperti Liliyana memberi persoalan baru bagi Richard Mainaky cs.

"Ini yang jadi persoalan baru dan berat sebab sepanjang ini atlet putri yang di ganda campuran levelnya bukan seperti butet (Liliyana Natsir)," kata Christian di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Christian menilai dari segi mutu dan keberanian stok atlet putri ganda campuran tetap belum mumpuni. Ini dapat jadi pekerjaan berat untuk Tontowi Ahmad waktu proses adaptasi.

"Gloria Emanuelle Widjaja dan Melati Daeva Oktavianti beda lah levelnya mirip Liliyana. Dari segi mutu tekniknya, keberaniannya, berarti lawan jikalau berhadapan dengan Liliyana pasti merasakan aura berbeda. Sudah seperti aduh. Berbeda waktu dapat bertemu Gloria atau Melati pasti dapat lah," dia menjelaskan.

"Memang sejauh ini kami belum mempunyai kartu AS. Yang saat ini ini dapat bagus namun kadang kala tidak. Ini masalah besar, bukan cuma apa," ujarnya menambahkan.

"Tapi dari segi Tontowi termasuk tak mudah. Dia dapat saja kepikiran partnernya seperti butet terus, padahal saat ini dia perlu seperti leader. Masalah lain termasuk dapat dari pasangannya. Bisa saja berpikir 'Aduh saya partner dengan juara dunia, olimpik, menambah tekanan sendiri ya. Karena jikalau gagal pasti orang menilai yang tidak benar adalah dia," ujarnya.

Christian menyarankan sehingga pelatih ganda campuran dapat mencari atlet yang bandel untuk Tontowi.

"Sekarang dipasangkan dengan Winny (Oktavina Kandow) itu perlu diuji pernah bandel atau cuek gak. Kalau kebebanan juara hebat. kacau lah. Bandel di dalam arti kebal dapat tekanan," imbuh dia.

"Untuk dapat setipikal dengan Liliyana susah namun sedikitnya mendekati. Artinya ada keberanian. Dulu Tontowi dengan Liliyana keder-keder juga. Tapi Tontowi cuek saja dan selanjutnya dapat mengimbangi. Nah, kami menghendaki putri kayak begitu," tambahnya. 
Share:

Kategori Berita